STIP Jakarta

Minggu, 25 September 2016 08:55

Berita Utama



Rangkaian Kegiatan Acara Puncak Dies Natalis STIP ke 59

Pada hari kamis (25/2) yang bertempat di Auditorium Kampus STIP, diadakan acara Orasi Ilmiah dengan tema Peran Pelaut Dalam Menunjang Poros Maritim Dan Tol Laut yang dihadiri oleh Kepala BPSDM Perhubungan, Kepala Puslitbang Perhubungan Laut Bapak  Capt. F.X.F.A Luntungan, Ketua Corps Alumni Akademi Ilmu Pelayaran, Kepala Kantor Syah Bandar Tanjung Priok, Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Kepala Ksop, Pimpinan PT. Jasa Armada Indonesia.

Dan dilanjutkan pada hari jumat (26/2) dengan acara puncak Dies Natalis STIP Ke-59 dimana pagi hari ini diadakan senam bersama sekaligus pelepasan balon ke udara yang melambangkan semangat STIP untuk terus maju dan jaya di masa depan,” kata Pranyoto, S. Pi., MAP Ketua STIP saat pelepasan balon pertama di lobby Gedung Utama STIP Jakarta.

Menurut beliau, 59 Tahun merupakan usia yang cukup matang untuk berbuat dan berkarya. “Semoga Kampus STIP mampu mendidik dan menyiapkan taruna-taruna calon pelaut yang andal”. Taruna yang andal tersebut memiliki empat kriteria yaitu tangguh, tanggon dan trengginas. Selanjutnya ditambah memiliki sikap mental yang baik dan kuat. Sementara, rangkaian balon STIP kedua dilepas oleh Puket I STIP Capt.Wisnu Risianto, MM dan rangkaian balon ketiga dilepas oleh Puket III STIP Capt. Zainal Arifin, MM.

Acara dilanjutkan dengan ramah tamah di Wisraba Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pegawai, dosen, pengurus CAAIP, taruna/i STIP serta mantan Ketua STIP. Dalam acara ini juga diserahkan penghargaan kepada dosen, instruktur dan karyawan teladan di STIP Tahun 2016 yaitu Dr. Drs. Setijo Harsono. M.M. dari Jurusan Nautika, Drs. M. Usemahu Taher. M. Si dari Jurusan Teknika, Drs. Renhard Manurung M.M. dari Jurusan KALK serta pegawai teladan yaitu Hernadi Koswara, Supadi dan Suyatno. Sedang untuk instruktur teladan diraih oleh Suko. Acara puncak dilakukan dengan pemotongan tumpeng oleh ketua STIP yang diserahkan kepada Ketua CAIP.

Add a comment
 

Pelepasan Diklat Pelaut (DP) Tingkat I ANT Dan ATT

Senin (22/2/2016) diadakan wisuda pasis yang dilaksanakan di ruang Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta yang dipimpin oleh Kepala Pusbang SDM Perhubungan Laut BPSDM Perhubungan Drs.Ridwan Setiawan, MT,M.Mar.E dan didampingi oleh Ketua STIP Pranyoto,S.Pi, MAP.

Jumlah peserta Diklat Pelaut (DP) tingkat I sebanyak 104 perwira siswa (pasis) yang terdiri dari ANT I 59 orang dan ATT I 45 orang. Dan dihadiri oleh seluruh anggota Senat Akademik STIP, dosen, instruk dan keluarga wisudawan ikut meramaikan acara wisuda perwira tingkat I baik keahlian nautika (ANT) dan teknika (ATT).

Dalam sambutannya Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut BPSDM Perhubungan Drs. Ridwan Setiawan, MT, M.Mar.E meminta para perwira lulusan diklat pelaut (DP) tingkat I Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta untuk terus meningkatkan kemampuan dan kompetensi di bidang kepelautan. Pelaut mempunyai peran dan fungsi vital dalam pembangunan industri maritim di Tanah Air.

“Menghadapai era pasar bebas ASEAN atau MEA membutuhkan kemampuan pelaut dan daya saing tinggi. Dengan sehingga para pelaut Indonesia mampu menghadapi persaingan dengan pelaut-pelaut asing yang masuk Indonesia. Ini tantangan bagi kalian para perwira DP tingkat I baik keahlian Nautika (ANT) dan Tenika (ATT),” kata Ridwan Setiawan, MT, M.Mar.E

Oleh karena itu, para pelaut Indonesia diminta tidak hanya menguasai kemampuan teknis kepelautan. Mereka hendaknya juga mengetahui dan bisa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang kian canggih khususnya di industri maritim. “Dengan penguasan iptek yang bagus dan selalu up to date, akan lebih mudah memenangkan persaingan sekaligus mempunyai posisi tawar lebih tinggi di dunia kerja baik di dalam atau luar negeri”.

Pelaut khususnya para perwira, dituntut cepat beradaptasi dengan lingkungan kerja termasuk prangkat teknologi yang kian canggih baik saat bekerja di kapal atau tempat lainnya. “Produk iptek khususnya dibidang maritim hendaknya mampu meringankan tugas manusia khususnya pelaut saat berlayar. Yang lebih penting lagi adalah bagaimana iptek yang canggih itu mampu meningkatkan keselamatan dan keamanan dalam berlayar serta di dunia perdagangan international yang kian mengglobal”.

Sebagai insan perhubungan yang tangguh, pelaut dituntut untuk bisa bekerja dengan profesional dan efisien. Selain itu, mereka juga dituntut mempunyai fisik yang sehat dan prima serta didukung dengan sikap dan perilaku yang baik. “Dengan begitu, mereka akan sukses bekerja di kapal sekaligus mampu memberikan nilai tambah yang tinggi pada keluarga, bangsa dan negara”.

Add a comment
 

Pembagian Sembako